04
De
Tutorial Analisa Prediksi Dalam Pertandingan Sepak Bola
04.12.2016 11:32


Saat menyaksikan sayembara sepakbola dalam layar sebelah hadapan kita terkadang disajikan kelakuan tebak skor yang dikerjakan para pakar. Walau memukau, saya tidak percaya tumbuk skor adalah sesuatu yang seharusnya dilakukan.

Kalau selevel[cak] untuk fun and games bolehlah, akan tetapi tentu gak perlu dianggap serius sebab tidak ada rendah logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu buah pertandingan.

Tidak sama dengan menetak siapa menjulang yang dengan menang -- atau bahwa pertandingan akan berakhir dengan seri. Menetak seperti itu reguler saja dikerjakan, walau di dalam akhirnya bola itu tambun sehingga pemimpin pun kadang kala kali lengah diprediksi. Apa sebab? Karena terselip tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini abdi akan danai beberapa trik membuat perkiraan yang ketat. Bukan berarti saya terus-menerus benar pada memprediksi satu pertandingan. Pasti lah tidak, walau dengan sedikit berbangga (sediiiikit saja) saya memiliki rekor kebenaran antisipasi yang cukup tinggi: pada umumnya 3 mulai 4 prediksi saya cocok kenyataan.

Dua bulan sebelum terjadi, aku memprediksi mau terjadi All German pucuk di Liga Champions. Pada final, tergolong di depan beribu-ribu warga Surabaya yang menyesaki sebuah programa nonton membarengkan, saya meneroka Bayern Munich akan menundukkan Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben serupa penentu penguasaan. Sebelum tersebut saya juga meyakini jika Atletico Madrid akan merebut Copa Del Rey. Final, saya mengempik Belanda bakal mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Yang ingin hamba tekankan di sini adalah; antisipasi bisa sah bisa salah, tapi yang penting 1 buah prediksi telak harus memiliki dasar mantik atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, sebuah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, sebuah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang resmi maka unsur keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap pula tidak sanggup diprediksi secara 100%, apalagi prediksi mengenai skor pucuk. Akan tetapi, presentase kemungkinan ketelitian prediksi meningkat tajam.

Aku ajak Dikau untuk menyelidiki beberapa dugaan terakhir hamba guna menguraikan beberapa rukun penting yang saya serius akan produktif bagi Kamu saat menguji memprediksi pertandingan.

Di antara dugaan yang abdi sebut pada atas, kesaksamaan soal Atletico saya akui beruntung [karena depakan Real Madrid berkali-kali menyerempet mistar gawang Atletico]. Walau demikian terdapat logika di belakang prediksi tersebut: Atletico juara meski pun Real Madrid jauh lebih berkualitas. Syarat masa mewartakan ketidakrukunan pemain Madrid dengan pelatihnya, Jose Mourinho, dan bahkan ketidakrukunan di antara tokoh sendiri.

Dari media aneh saya menerima kabar jika Ronaldo serta Mourinho pula tidak sepaham (berita hal hal itu baru menongol di Nusantara beberapa tenggat lalu). Serupa pelatih beta paham sahih arti kesejahteraan tim di dalam dan di luar vak dan dampaknya bagi performa tim. Hal ini disematkan faktor Falcao yang pada itu on fire, yang menghasilkan saya keji memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips dugaan 1: Pertimbangkan suasana pada tim, paling utama saat sebuah turnamen berjalan di mana pemain pantas terus molek tanpa dapat menghindari rekan-rekannya.

Tip dugaan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung / saat sayembara cup, kemonceran striker demikian menentukan. Ketika pertandingan permufakatan kualitas sela panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta segenap elemen menjimbit lainnya. baca disini Tatkala laga cup/turnamen kemonceran striker lebih mengukuhkanmenjadikan, walau daya keseluruhan menyunggi juga kudu dipertimbangkan.

Saat memprediksi penguasaan Belanda 3-0 atas Nusantara saya mengikuti hati nurani. Berdasar pada subjektif hamba membela Nusantara tentunya. Namun, saat memakai kacamata dinamakan objektivitas, kita semua tentu setuju kalau Belanda senggang di buat Indonesia. Kemudian mengapa tidak memprediksi skor akhir yang lebih mencocok? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat tetapi Indonesia bakal bermain melimpah gairah, jadi akan mampu mereduksi pertikaian kualitas. Maka, skor sedikit atau gede bisa aja diprediksi beserta sound logic -- tapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yakni 3-0, adalah keberuntungan semata.

Tips antisipasi 3: Hindari membela sebuah tim tatkala membuat perkiraan. Kita mampu selalu berharap tim kesayangan kita menang, tapi ketika membuat bayangan tentu mantik harus diutamakan di atas fanatisme menawan hati.

Saya tersenyum saat membaca di sebuah media sekiranya tentang persamaan-persamaan final Perhubungan Champions tahun ini secara tahun 1997 saat Dortmund menjadi wijaya terakhir periode. Banyak pembaca saya yakin terpancing untuk memprediksi kemenangan Dortmund berdasar pada fakta-fakta ini. Mereka terbalik bahwa fakta-fakta tersebut memikat dan memang benar adanya, namun tidak memiliki kolerasi apapun dengan pertandingan kesimpulan Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah fenomena dengan fenomena yang lain adalah salah satu contoh dari sekian banyak orang fallacy of logic.

Trik prediksi 4: Jangan terperosok para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), tapi dijual seakan akan sedang menjadi mintakat membuat sebuah prediksi sayembara.

Dalam vokal yang sama statistik pertandingan rumpang Dortmund vs Bayern pun dimunculkan muncul bertahun-tahun ke belakang. Karena histori statistik Dortmund memang megah saat menggulung Bayern, penuh yang lantas menilai BVB akan siap mengalahkan Bayern di final Eropa. Hal ini jahat. Mengapa? Sebab statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan masa kini. Statistik mula musim pula biar tidak bisa dengan rambang menjadi tolok ukur. Perkembangan ke-2 tim mulai pertemuan buncit perlu dipertimbangkan.

Tips perkiraan 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Kamu pada statistik pertandingan sempang kedua menjulang yang paling dekat secara saat ini. Kecuali itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim dengan keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini saja.

Karena dugaan saya kadang kala saya munculkan di twitter (@coachtimo), tidak sedikit pihak minta saya meneroka berbagai festival lainnya. Lazimnya saya abaikan atau abdi tolak beserta alasan tenang paham mengenai kekuatan ke-2 tim. Alasan saya itu senafas beserta tips dugaan berikut.

Tips prediksi 6: Jangan bertahu-tahu. Hindari mencoba-coba membuat bayangan tanpa dilatar belakangi laporan dan saran yang bagus mengenai kru atau perhubungan tersebut. Pada waktu bukan pakarnya English Premiere League, misalnya, hindari memproduksi prediksi mengenai MU vs Chelsea. Kalian mustahil menjadi pakar mengenai semua liga yang terdapat. Akui saja.

Tips prediksi 7: Kita juga tidak seharusnya memprediksi setiap festival. Ada waktunya pertandingan luar biasa sulit diprediksi. Analisa Engkau deadlock. Prosentase kemenangan untuk kedua kru menurut Kamu 50-50. Kalau sudah demi tahan pribadi, hindari mengempa diri menciptakan prediksi. Secara demikian prosentase kejituan perkiraan anda bakal meningkat.

Masih banyak usulan lainnya yang bisa & patut digunakan dalam memproduksi sebuah dugaan yang berkualitas. Karena keterbatasan tempat saya berhenti datang di sini dulu.

Ingat: 1 buah prediksi yang berkelas tidak melulu ditentukan oleh petunjuk prediksi itu. Sebuah dugaan yang berkelas, baik benar maupun khilaf, seharusnya dinilai dari reason atau pembawaan analisa yang ada dalam belakangnya.

Comments


Free homepage created with Beep.com website builder
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!